5 Bangunan Peninggalan Zaman Penjajah Belanda di Surabaya

Negara Indonesia mempunyai sejarah yang sangat panjang dengan Belanda. Hampir kurang lebih 3 abad lamanya dijajah oleh Belanda.  Salah satu kota yang sangat bersejarah pada masa penjajahan Belanda adalah kota Surabaya. Surabaya merupakan sebuah kota yang menjadi saksi bisu peristiwa 10 november dimana secara berbondong-bondong rakyat Indonesia melawan Belanda dengan bersejatakan bambu runcing. Peristiwa ini berakhir dengan perobekan bendera Belanda.

Jejak Peninggalan Zaman Penjajah Belanda Di Surabaya

5 Bangunan Peninggalan Zaman Penjajah Belanda di Surabaya

Salah satu dampak dari penjajahan Belanda di Surabaya ini adalah dengan banyaknya ditemukan berbagai macam bangunan atau gedung peninggalan Zaman  penjajah Belanda. Gedung-gedung ini zaman dahulu dijadikan sebagai tempat perkantoran oleh Belanda. Berikut ini ada beberapa contoh gedung bersejarah peninggalan Belanda di Surabaya, yaitu :

  1. Gedung De Javasche Bank

De Javasche Bank adalah sebuah gedung yang dibangun pada tahun 1829. Gedung ini menyimoan berbagai macam sejarah perbankan yang ada di Indonesia.  Gedung ini juga dahulu sempat digunakan sebagai Gedung Bank Indonesia pada tahun 1953.

Pada saat ini, De Javasche Bank dialihkan sebagai museun dan ruang pameran. Ada juga yang menjadikannya sebagai studio foto karena ada beberapa spot yang menarik di sini. Gedung ini dijadikan sebagai salah satu cagar budaya milik Bank Indonesia.

  1. Gereja Santa Perawan Maria

Gereja Santa Perawan Maria adalah sebuah gereja yang tertua di kota Surabaya. Gereja ini memiliki arsitektur Eropa Neo Gotic dengan jendela yang berbentuk bundar di bagian sisinya. Konon jendela tersebut mempunyai fungsi berbeda. Gereja ini adalah gereja katolik yang berada di jalan Kepanjen dan dibangun pada tahun 1899.

  1. Hotel Majapahit

Hotel Majapahit adalah hotel yang menjadi tempat terjadinya peristiwa perobekan bendera Beanda yang berwarna merah putih biru menjadi bendera Indonesia yang berwarna merah putih oleh arek-arek Surabaya pada saat itu. Hotel ini dibangun oleh seorang belanda bernama Lucas Martin Sarkies dan bergaya Art Nouveal. Hotel ini sampai sekarang masih beroperasi dan letaknya berada di Tunjungan Surabaya. Kalau Anda berkunjung ke hotel ini, jangan lupa untuk berselfi karena banyak spot menarik di sini.

  1. Gedung Negara Grahadi

Peninggalan zaman penjajah selanjutnya adalah gedung Negara Grahadi. Gedung ini dibangun pada tahun 1795 yaitu pada masa kekuasaan Residan Dirk Van Hogendorps. Pada awalnya, gedung ini hanya digunakan sebagai rumah kebun untuk tempat beristirahat para pejabat Belanda dan terkadang juga dijadikan sebagai tempat perjamuan dan juga pesta.

Gedung Negara Grahadi dirancang oleh seorang arsitek Belanda yang bernama Ir. W Lemci yang saat itu menjadi tempat perundingan Presiden Indonesia pertama Ir. Soekarno dengan jendral Hawton yang membahas strategi untuk mendamaikan pertempuran para pejuang dengan pasukan sekutu pada 9 November 1945.  Sekarang ini, gedung ini digunakan sebaga tempat untuk menerima tamu dari Gurbenur Jawa Timur, tempat pelantikan jabatan, dan juga tempat diadakannya peringatan hari-hari nasional.

  1. Gedung PTPN XI

Gedung PTPN XI adalah gedung peninggalan Belanda. Gedung ini dulunya bernama Gedung Haandels Vereeniging Amsterdam yang dirikan pada tahun 1878.

Gedung peninggalan zaman penjajah Belanda ini menjadi salah satu gedung terbesar di zaman Belanda. Gedung ini dijadikan sebagai tempat Konglemerasi industri gula pada saat itu. Gedung ini dirancang oleh arsitek Hulswit, Fermont Dan Cuypers pada tahun 1911.